Sebelum membuat Business Model Canvas (BMC), kalian diwajibkan membuat draft penjelasan bisnis terlebih dahulu secara lengkap dan terstruktur dalam bentuk dokumen Word atau Google Docs. Jangan langsung mengisi BMC tanpa memiliki penjabaran bisnis yang jelas, karena BMC yang baik harus didasarkan pada analisis yang matang, bukan hanya pengisian poin singkat.
Pada bagian Customer Segments, jelaskan target pelanggan secara detail berdasarkan aspek demografi, psikografi, geografi, dan behavioral. Kalian harus mampu mengidentifikasi data pelanggan tersebut masuk ke kategori yang mana. Misalnya usia, pendapatan, dan pekerjaan termasuk demografi; gaya hidup dan minat termasuk psikografi; wilayah target pasar termasuk geografi; sedangkan kebiasaan membeli dan loyalitas pelanggan termasuk behavioral.
Pada bagian Value Proposition, jelaskan secara rinci nilai utama yang ditawarkan bisnis kalian. Paparkan masalah apa yang diselesaikan, kebutuhan pelanggan apa yang dipenuhi, alasan pelanggan memilih produk kalian, serta keunggulan yang membedakan bisnis kalian dari kompetitor. Jika memungkinkan, gunakan pendekatan seperti Unique Selling Proposition (USP), pain reliever, atau gain creator.
Pada bagian Customer Relationship, jelaskan strategi membangun hubungan dengan pelanggan menggunakan pendekatan yang lebih akademis dan terukur. Kalian dapat menggunakan teori AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) atau teori pemasaran lainnya untuk menjelaskan bagaimana bisnis menarik perhatian pelanggan, membangun ketertarikan, menciptakan keinginan membeli, hingga mempertahankan loyalitas pelanggan.
Pada bagian Channels, jelaskan bagaimana produk dipromosikan, dijual, dan didistribusikan kepada pelanggan. Bedakan antara media promosi, media komunikasi, media penjualan, dan jalur distribusi. Jelaskan juga penggunaan channel online maupun offline secara spesifik.
Pada bagian Revenue Streams, jabarkan seluruh sumber pendapatan bisnis secara rinci. Jangan hanya menuliskan “penjualan produk”, tetapi jelaskan asal pendapatan utama, potensi pendapatan tambahan, strategi penetapan harga, hingga peluang pengembangan sumber pendapatan lainnya apabila bisnis berkembang.
Pada bagian Cost Structure, pembahasan harus lebih mendalam dan dikategorikan dengan jelas. Pisahkan antara fixed cost, variable cost, dan jika memungkinkan tambahkan sunk cost. Jelaskan biaya apa saja yang termasuk biaya tetap, biaya yang berubah sesuai produksi, serta biaya yang sudah dikeluarkan dan tidak dapat dikembalikan. Jika memungkinkan, tambahkan estimasi biaya operasional sederhana agar analisis bisnis lebih realistis.
Pada bagian Key Resources, detailkan sumber daya utama menggunakan pendekatan man, material, machine, dan method. Jelaskan siapa sumber daya manusianya, apa bahan utama yang digunakan, alat atau teknologi apa yang mendukung operasional, serta metode atau sistem kerja yang digunakan dalam menjalankan bisnis.
Pada bagian Key Activities, jelaskan aktivitas utama bisnis secara runtut mulai dari proses produksi, pemasaran, distribusi, pelayanan pelanggan, pengelolaan operasional, hingga evaluasi dan pengembangan bisnis.
Pada bagian Key Partnerships, jelaskan pihak-pihak yang bekerja sama dengan bisnis kalian beserta alasan dan manfaat kerja sama tersebut. Misalnya supplier, distributor, reseller, influencer, komunitas, atau pihak lain yang mendukung keberlangsungan bisnis.
Draft dokumen yang kalian buat harus bersifat naratif, detail, dan memiliki dasar analisis yang jelas. Semakin lengkap penjabaran bisnis yang dibuat, maka semakin mudah kalian menentukan poin-poin penting yang nantinya dimasukkan ke dalam Business Model Canvas.
Setelah seluruh analisis bisnis selesai dibuat dalam bentuk draft dokumen, barulah kalian menyusun inti poin-poin tersebut ke dalam desain BMC secara ringkas, padat, dan terstruktur.